Mengedepankan Respon Cepat dan Profesional: Optimalisasi Pelayanan IGD RSUD Konawe Kepulauan Menuju Standar Mutu Kesehatan Terbaik

Advertorial66 Dilihat

​KONAWE KEPULAUAN KONTARANEWS — Kecepatan, ketepatan, dan keselamatan pasien merupakan pilar utama dalam pelayanan kesehatan modern. Hal inilah yang terus dijaga dan ditingkatkan oleh Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Konawe Kepulauan (Konkep) sebagai garda terdepan dalam menyelamatkan jiwa masyarakat Pulau Wawonii dan sekitarnya.Beroperasi penuh selama 24 jam sehari, IGD RSUD Konkep senantiasa siaga menghadirkan pelayanan medis prima yang berfokus pada keselamatan pasien tanpa kompromi.Kamis(5/11/2026).

​Prioritas Mutlak Berdasarkan Tingkat Kegawatdaruratan
​Dalam operasionalnya sehari-hari, pelayanan IGD RSUD Konkep berjalan lancar dan terstruktur. Seluruh tenaga medis berkomitmen menerapkan prinsip kegawatdaruratan medis, di mana penanganan pasien didasarkan pada tingkat keparahan kondisi (triase), bukan pada urutan kedatangan.
​Kepala Ruangan IGD RSUD Konawe Kepulauan, Alamsyah, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa setiap pasien baru yang tiba di IGD akan langsung melalui proses triase untuk menentukan zona kegawatdaruratan.

Susana Pasien Masuk Ruangan IGD

​
“Setiap pasien yang masuk ke IGD langsung kami terima melalui proses triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratannya secara presisi. Setelah itu, tim dokter dan perawat segera melakukan penanganan serta pemeriksaan mendalam,” ujar Alamsyah, S.Kep., Ns.

​Ia menambahkan, pihak keluarga pasien selanjutnya dapat melakukan pendaftaran di bagian admisi. Apabila diperlukan pemeriksaan diagnostik lanjutan, dokter jaga akan berkonsultasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) guna menentukan langkah penanganan terbaik, baik perawatan di ruang rawat inap RSUD Konkep, rawat jalan, maupun rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

​Dukungan Sumber Daya Manusia dan Fasilitas Memadai

​Kualitas layanan medis yang prima tentunya didukung oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Saat ini, IGD RSUD Konkep didukung oleh tenaga profesional yang solid, terdiri dari 11 dokter dan 13 perawat yang terbagi dalam 3 sistem shift kerja, memastikan kesiapsiagaan penuh sepanjang hari.

​

Foto Ruangan IGD Konkep

Dari segi infrastruktur, Alamsyah menegaskan bahwa ketersediaan tempat tidur (bed) di ruang IGD saat ini sudah sangat mencukupi kebutuhan pelayanan. Fasilitas dan alat kesehatan (alkes) penunjang pun secara umum tersedia dalam kondisi baik.

​”Kondisi fasilitas dan alkes kami cukup memadai untuk merawat berbagai kasus kegawatdaruratan, seperti pasien dengan nyeri perut hebat, diabetes mellitus, dan kondisi darurat lainnya. Kendati demikian, kami tetap proaktif melakukan pemeliharaan berkala serta mengusulkan penambahan beberapa fasilitas baru demi mengoptimalkan pelayanan,” ungkap Alamsyah.

​Selain itu, kesiapsiagaan mobilitas medis darurat turut didukung oleh ketersediaan 2 unit ambulans pasien dan 1 unit ambulans jenazah yang berada dalam kondisi siap pakai.

​Prosedur Rujukan Terintegrasi dan Tantangan Geografis

​Sebagai rumah sakit di wilayah kepulauan, terdapat kondisi tertentu di mana pasien memerlukan penanganan subspesialis sehingga harus dirujuk ke rumah sakit rujukan di Kota Kendari, seperti RSUD Bahteramas, RS Hermina, RSUD Kota Kendari, atau RS lainnya sesuai kebutuhan medis pasien.

​Proses rujukan ini dijalankan secara terstruktur melalui SISRUTE (Sistem Rujukan Terintegrasi) serta konfirmasi langsung via telepon.

​Namun , Alamsyah tidak menampik adanya tantangan geografis yang kerap dihadapi di lapangan. Ketiadaan ambulans laut saat ini menjadi kendala utama, terutama saat rujukan darurat harus dilakukan di luar jadwal operasional kapal feri reguler.

​”Saat jadwal kapal feri tidak tersedia dan kondisi pasien mendesak untuk dirujuk, kami terpaksa menggunakan transportasi kapal nelayan lokal. Walaupun dengan keterbatasan armada laut, fokus utama kami adalah memastikan koordinasi via SISRUTE dan komunikasi telepon tetap berjalan lancar sehingga RS tujuan siap menerima pasien saat tiba,” jelasnya.

​Edukasi Publik, Pengelolaan Farmasi, dan Inovasi Berkelanjutan

​

Foto Udara RSUD Konkep

Manajemen RSUD Konkep dan tim IGD juga terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam pelayanan gawat darurat. Kurangnya informasi di tengah masyarakat kerap menimbulkan kesalahpahaman mengenai aturan penjaminan BPJS di IGD.
​”Ketika ada keluhan atau pertanyaan dari masyarakat, kami selalu berupaya memberikan penjelasan yang transparan dan humanis sesuai dengan ketentuan regulasi BPJS Kesehatan yang berlaku,” kata Alamsyah.

​Terkait dengan kendala ketersediaan beberapa obat dan Bahan Habis Pakai (BMHP) dalam beberapa bulan terakhir, pihak rumah sakit terus berkoordinasi secara internal untuk mengatasi hal tersebut. Guna menjaga kualitas mutu, IGD RSUD Konkep juga rutin menggelar survei kepuasan pasien sebagai bahan evaluasi berkala.

​Komitmen Menuju Masa Depan: Peningkatan SDM dan Imbauan Masyarakat

​Ke depan, RSUD Konawe Kepulauan terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai pelatihan kegawatdaruratan berkelanjutan bagi perawat dan dokter, sejalan dengan pembenahan fasilitas penunjang pelayanan.
​Mengakhiri keterangannya, Alamsyah mengimbau kepada seluruh masyarakat Konawe Kepulauan untuk dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan secara bijak sesuai dengan fungsinya.

​”IGD merupakan unit pelayanan khusus bagi pasien dengan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat berdasarkan prioritas medis. Bagi masyarakat dengan kondisi kesehatan yang tidak gawat darurat, kami harapkan dapat memanfaatkan pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau Klinik Pratama terlebih dahulu sebagai penanganan awal,” tutup Alamsyah, S.Kep., Ns.

​Kesehatan masyarakat Konawe Kepulauan adalah prioritas kami. IGD RSUD Konkep siap melayani dengan cepat, tepat, dan penuh empati 24 jam nonstop.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *