Tari Kamori Mori Hidupkan Semangat Pelestarian Budaya di Festival Pulau Wawonii 2026

Daerah428 Dilihat

Langara, KontaraNews – Nuansa budaya lokal begitu terasa dalam Launching Festival Pulau Wawonii 2026 yang berlangsung di Lapangan TPI Langara, Kamis (14/5/2026).

Di antara berbagai rangkaian kegiatan, penampilan Tari Kamori Mori sukses menjadi pusat perhatian masyarakat yang memadati lokasi acara.
Tarian tradisional khas Wawonii tersebut ditampilkan oleh Lembaga Adat Wawonii (LAW) sebagai bentuk komitmen menjaga dan memperkenalkan kembali warisan budaya daerah kepada generasi muda.
Dengan iringan alat musik tradisional, para penari tampil anggun membawakan gerakan penuh makna yang menggambarkan kesabaran, penghormatan, kesetiaan, dan kelembutan dalam kehidupan masyarakat Wawonii.

Ketua LAW, Husain Mahalik, mengatakan Tari Kamori Mori merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Wawonii yang terus dilestarikan agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.

“Budaya adalah jati diri masyarakat. Melalui Tari Kamori Mori, kami ingin memperlihatkan bahwa Wawonii memiliki kekayaan tradisi yang harus terus dijaga dan diwariskan,” ujarnya.
Kamori Mori sendiri diambil dari nama alat musik tiup tradisional yang menjadi pengiring utama tarian tersebut.

Selain bernilai hiburan, tarian ini juga menyimpan kisah sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat Wawonii pada masa lampau.

Dalam sinopsis yang disusun oleh Dermawan Toarima, Tari Kamori Mori terinspirasi dari kisah cinta Durudalewula dan Wulangkinokoti yang kandas akibat perbedaan status sosial dan tidak mendapat restu keluarga.
Cerita itu menjadi gambaran kehidupan masyarakat Wawonii pada masa feodalisme, ketika perbedaan derajat sosial menjadi pembatas hubungan antarmasyarakat. Kisah tragis tersebut kemudian dituangkan dalam gerakan tari yang penuh makna dan emosi.

Gerakan memutar dalam tarian melambangkan perjalanan hidup manusia yang terus berputar, sementara gerakan naik turun menggambarkan dinamika kehidupan yang harus dijalani dengan ketabahan dan keikhlasan.
Keunikan Tari Kamori Mori juga terlihat dari aturan para penarinya.

Mereka tidak diperbolehkan membuka mata terlalu lebar maupun mengangkat kaki terlalu tinggi sebagai simbol kesopanan dan penghormatan dalam budaya Wawonii.

Penampilan Tari Kamori Mori pada Launching Festival Pulau Wawonii 2026 menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah modernisasi.

Selain menjadi hiburan, tarian ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Konawe Kepulauan.(GZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *