Sekda Konkep Serahkan Penghargaan Desa Inovatif pada Penutupan Expo Desa 2026 dan Festival Budaya Wawonii

Daerah39 Dilihat

KONAWE KEPULAUAN KontaraNews – Malam penutupan Expo Desa 2026 yang dirangkaikan dengan malam ramah tamah Festival Budaya Wawonii 2026 berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe Kepulauan, Cecep Trisnanjaya menyerahkan piagam penghargaan kategori Desa Inovatif kepada Kepala Desa Laywo Jaya, Sulham, SH., MH., serta Penjabat (Pj) Kepala Desa Langara Tanjung Batu, Gafaruddin, S.Com.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap komitmen pemerintah desa dalam menghadirkan inovasi pembangunan, pelayanan publik, serta pengembangan potensi lokal berbasis masyarakat.
Desa Laywo Jaya dan Desa Langara Tanjung Batu dinilai berhasil menghadirkan berbagai terobosan positif dalam tata kelola pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Konawe Kepulauan untuk terus berinovasi dalam mendukung pembangunan daerah dari tingkat desa.

Pj Kepala Desa Langara Tanjung Batu, Gafaruddin, S.Com., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat desa.

“Penghargaan ini adalah penghargaan kolektif bagi masyarakat Desa Tanjung Batu. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus lebih optimal dalam mengembangkan segala potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Malam penutupan Expo Desa 2026 juga diwarnai suasana ramah tamah dan pertunjukan budaya khas Wawonii yang memperlihatkan kekayaan tradisi lokal.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga budaya sekaligus mendorong kemajuan desa.

Expo Desa 2026 sendiri menjadi ruang promosi bagi desa-desa di Konawe Kepulauan untuk menampilkan inovasi, produk unggulan, serta potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa.

Sementara Festival Budaya Wawonii 2026 menjadi wadah pelestarian budaya dan identitas masyarakat kepulauan di tengah perkembangan zaman.(GZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *