Menyambut Arus Mudik Lebaran, Dishub Konkep Siagakan 11 Armada Kapal

Daerah282 Dilihat

KontaraNews Langara – Menjelang datangnya musim mudik Lebaran, denyut aktivitas di pelabuhan-pelabuhan Kabupaten Konawe Kepulauan mulai terasa berbeda. Pergerakan warga yang hendak kembali ke kampung halaman perlahan meningkat, menandai dimulainya tradisi tahunan yang selalu dinanti menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Di wilayah kepulauan seperti Konawe Kepulauan, laut bukan sekadar bentang alam, tetapi juga jalur utama yang menghubungkan kehidupan masyarakat. Karena itu, kesiapan transportasi laut menjadi hal yang tak bisa ditawar.
Untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar, Dinas Perhubungan (Dishub) Konawe Kepulauan menyiapkan 11 armada kapal yang akan melayani arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Konkep, Muh. Chaidir Saad, mengatakan armada tersebut terdiri dari enam kapal rakyat, tiga kapal cepat, dan dua kapal ferry yang akan melayani berbagai rute penyeberangan menuju wilayah kepulauan.
“Untuk kapal cepat yang beroperasi yaitu MV Bahtera Lingga, KM Batam Line, dan KM Cantika Inova. Sedangkan kapal ferry yang disiapkan adalah KMP Bahteramas dengan rute Kendari–Langara serta KMP Semumu yang melayani rute Sawaea–Labuan,” ungkap Chaidir saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, geliat arus mudik sebenarnya telah mulai terasa sejak awal Maret. Namun, lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi sekitar tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, yakni mulai 13 Maret 2026.
“Sejak 10 Maret sudah mulai terlihat peningkatan penumpang. Biasanya puncaknya terjadi mendekati hari H lebaran,” jelasnya.
Selain menyiagakan armada kapal, Dishub Konkep juga memperketat aspek keselamatan pelayaran dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Setiap kapal yang ingin menambah kapasitas penumpang diwajibkan mengurus izin dispensasi kepada Kepala KSOP Kelas II Kendari.
Operator kapal juga diminta aktif memperbarui informasi cuaca melalui koordinasi dengan BMKG sebagai bagian dari standar operasional pelayaran.
Tak hanya itu, seluruh penumpang—baik pejalan kaki maupun yang membawa kendaraan roda dua dan roda empat—wajib tercatat dalam manifes penumpang guna memastikan pengawasan dan keselamatan perjalanan.
Di area pelabuhan, Dishub juga menerapkan pengaturan antrean yang lebih tertib. Penumpang yang naik dan turun kapal tidak diperbolehkan berada dalam satu jalur antrean, sementara masyarakat juga diminta tidak menunggu di atas dermaga saat kapal akan sandar.
Langkah ini diambil untuk menghindari potensi kecelakaan sekaligus mencegah penumpukan penumpang di area pelabuhan.
Untuk memperkuat pengamanan selama arus mudik, Dishub Konkep juga telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna memastikan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan tertib.
Di tengah meningkatnya mobilitas warga menjelang Lebaran, Chaidir mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dengan mematuhi setiap aturan perjalanan yang telah ditetapkan.
“Keselamatan adalah yang utama. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap perjalanan mudik masyarakat tahun ini bisa berjalan lancar dan nyaman,” pungkasnya.(GZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *