
KONAWE KEPULAUAN KontaraNews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata di daerah, termasuk di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).
Tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga menjadi motor penggerak ekonomi desa, khususnya bagi petani lokal.
Di bawah pendampingan Dinas Pertanian Konkep, petani kini memiliki jalur distribusi baru yang lebih pasti. Hasil panen mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasar tradisional atau tengkulak, tetapi juga diserap oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawaea, Wawonii Selatan.
Kehadiran SPPG tersebut mendorong peningkatan permintaan berbagai komoditas hortikultura. Produk seperti jagung, telur ayam, ayam ras pedaging, hingga kacang panjang mengalami lonjakan serapan yang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan program MBG.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Konkep, Suwarno, mengungkapkan bahwa pola permintaan kini berubah ke arah yang lebih menguntungkan petani. “Permintaan tidak hanya dari tengkulak maupun pedagang sayur, tetapi juga dari program MBG,” ujarnya, Jumat (30/4/ 2026).
Menurutnya, peningkatan serapan tersebut berdampak langsung terhadap harga jual di tingkat petani. Kenaikan harga bahkan mencapai kisaran 20 hingga 30 persen, tergantung jenis komoditas yang dihasilkan.
Selain memperluas akses pasar, keberlanjutan produksi juga didukung oleh intervensi pemerintah melalui bantuan pupuk subsidi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan, terutama saat menghadapi musim kemarau.
Seiring bertambahnya jumlah porsi makan yang dilayani SPPG, berbagai komoditas seperti ketimun, buncis, tomat, dan cabai diharapkan dapat terus terserap dengan skema harga yang stabil. Hal ini penting agar petani dapat merencanakan pola tanam secara lebih terukur.
Pemerintah daerah pun mendorong agar pihak pengelola SPPG tetap konsisten dalam menyerap hasil pertanian lokal, dengan mekanisme pembelian yang jelas dan berkelanjutan. Dengan demikian, rantai pasok program MBG dapat terjaga sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi, tetapi juga fondasi penguatan ekonomi berbasis pertanian lokal di Konawe Kepulauan.(GZ)




