​Kawal Proyek TPST Wawonii Barat, Komisi II DPRD Konkep Dorong Pengolahan Sampah Berteknologi Modern.

Advertorial94 Dilihat

​KONAWE KEPULAUAN KontaraNews – Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) bersama DPRD dalam mentransformasi sistem pengelolaan sampah kini semakin dekat menuju perwujudan penuh. Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Wawolaa, Kecamatan Wawonii Barat, terus digenjot untuk mengakhiri era pembuangan terbuka (open dumping) menuju sistem pengolahan berbasis teknologi modern. Selasa (27/10/2026).

​Sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap infrastruktur strategis, Anggota Komisi II DPRD Konkep, Laskar Bili, S.H., M.Sos., melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengerjaan proyek senilai Rp27.080.000.000 dari anggaran Kementerian PUPR tersebut.

​Laskar Bili menekankan bahwa keterlibatan Komisi II yang membidangi pembangunan dan perekonomian adalah untuk mengawal ketat progres fisik agar tidak mengalami keterlambatan maupun kendala teknis saat operasional kelak.

​”Sebagai Anggota Komisi II DPRD Konkep, fungsi pengawasan ini sangat krusial. Proyek sebesar ini harus tuntas tepat waktu dan tidak boleh menyeberang tahun anggaran. Yang paling penting, setelah fisik selesai, seluruh sistem dan fasilitas di dalamnya harus siap beroperasi secara optimal demi kemaslahatan masyarakat Wawonii,” tegas Laskar Bili di lokasi kegiatan.

​Detail Fasilitas Berteknologi Canggih di TPST Wawonii Barat

​Dalam dialog di lapangan bersama pelaksana proyek, La Ode Muh. Almusaf, terungkap bahwa TPST ini didesain sebagai kawasan industri pengolahan limbah terpadu dengan standar ramah lingkungan. Progres fisik yang saat ini telah mencapai 69 persen mencakup pembangunan berbagai fasilitas utama dan pendukung yang saling terintegrasi:

​Hangar Pemilahan & Pemrosesan Otomatis/Mekanis:

Gedung utama yang dilengkapi pemilah sampah otomatis dan jalur konveyor untuk memisahkan jenis sampah organik, anorganik (plastik, logam, kertas), serta residu secara efisien.
​Mesin Pencacah & Pressing Machine Berkapasitas Tinggi:
Peralatan modern untuk mencacah plastik daur ulang serta memadatkan limbah (baling) guna mempermudah proses pengangkutan dan distribusi nilai ekonomi sampah.

​Fasilitas Komposting & Pengolahan Organik:

Unit pengolahan khusus yang mengolah sampah organik dari pasar dan pemukiman menjadi pupuk kompor berkualitas tinggi yang siap dimanfaatkan untuk sektor pertanian lokal.
​Instalasi Pengolahan Air Lindi (Leachate Treatment Plant / IPAL):
Sistem pengolahan limbah cair canggih yang menyaring dan menetralkan air resapan sampah agar tidak mencemari air tanah, sungai, maupun ekosistem pesisir Pulau Wawonii.

​Jembatan Timbang Digital & Gedung Operasional Kontrol

Fasilitas penimbangan armada untuk mencatat volume sampah secara akurat dan terdigitalisasi, serta pusat kendali operasional bagi para staf teknis.
​”Pengolahan di TPST ini menggunakan teknologi canggih yang membutuhkan pengelolaan terstruktur. Ketika fasilitas ini beroperasi penuh, keberadaannya akan menyerap banyak tenaga kerja lokal, mulai dari operator mesin, teknisi, hingga tenaga pemilahan,” jelas La Ode Muh. Almusaf.

​Dukungan Strategis Pemda: Sinergi Daya Listrik (MoU) dan Akses Jalan

​Pengoperasian mesin-mesin pengolahan berteknologi tinggi di TPST tentu membutuhkan suplai daya energi listrik yang besar dan stabil. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan telah mengambil langkah antisipatif dengan menjalin kerja sama resmi.

​Pelaksana proyek menyampaikan bahwa Pemda Konkep telah mengamankan kepastian energi melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak perusahaan penyedia daya listrik. MoU ini menjamin ketersediaan pasokan listrik khusus (dedicated power supply) sehingga seluruh lini mesin pemilah, pencacah, dan sistem IPAL di TPST dapat berjalan tanpa hambatan daya saat mulai beroperasi penuh.

​Tak hanya sektor energi, Pemkab Konkep juga memberikan dukungan penuh melalui alokasi anggaran rekonstruksi jalan aspal pada ruas Wawobili – Kampa. Peningkatan kualitas jalan ini diproyeksikan untuk mempermudah mobilitas armada truk sampah serta kelancaran transportasi operasional menuju TPST.

​Optimisme Rampung Desember 2026
​Pihak konsultan pengawas, Ari, mengonfirmasi bahwa pengerjaan proyek sejak dimulai pada bulan Juni lalu sejauh ini berjalan berjalan lancar dan berada pada jalurnya (on track).

​”Pengawasan kualitas konstruksi dan ketepatan waktu terus kami kawal secara intensif. Kami optimis seluruh target pengerjaan dapat tuntas pada Desember tahun ini,” ujar Ari.

​Dengan sinergi ketat antara fungsi pengawasan Komisi II DPRD, kesiapan teknologi pelaksana, serta kepastian daya listrik dan infrastruktur pendukung dari Pemda Konkep, TPST Wawonii Barat siap menjadi percontohan pengolahan sampah modern di Sulawesi Tenggara.(GZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *