Jarak Lelah di Bukit Permai dan Suara dari Parlemen Konkep

Daerah68 Dilihat

 

Bukit Permai, KontaraNews – ​Setiap pagi, rutinitas di Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat, selalu diwarnai kecemasan yang sama. Para orang tua harus menghentikan sejenak aktivitas harian mereka demi satu misi penting mengantar anak-anak mereka menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh lima kilometer hanya untuk sampai ke Sekolah Dasar (SD) terdekat.

Di balik lalu lalang kendaraan di jalan poros, bahaya keselamatan mengintai anak-anak jika dibiarkan pulang tanpa pengawasan.​Kondisi terisolirnya akses pendidikan di kawasan yang sebenarnya berada di lingkar ibu kota Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ini kembali mencuat dalam agenda Reses Masa Sidang III DPRD Konkep, Senin malam (2/11/2026).

Warga Desa Bukit Permai menyuarakan desakan serupa yang berulang kali mereka lontarkan: bangunkan sekolah dasar di desa kami.

​Aspirasi mendesak ini disambut langsung oleh Wahyu Rizkiana, S.Pt., anggota Komisi III DPRD Konkep dari Partai Hanura. Menurutnya, tuntutan masyarakat Bukit Permai bukan lagi sekadar urusan kenyamanan, melainkan pemenuhan hak dasar anak dan keselamatan generasi muda.

​”Setiap kali reses di Bukit Permai, keluhan mengenai akses pendidikan ini selalu menjadi yang utama,” ujar Wahyu saat ditemui wartawan. Ia menyoroti fenomena halaman sekolah dasar tujuan yang kerap dipadati orang tua murid yang setia menunggu jam pulang demi keamanan anak-anak mereka.

​Wahyu menambahkan, pertumbuhan penduduk di Desa Bukit Permai secara otomatis meningkatkan populasi anak usia sekolah. Masalah ini kian pelik ketika berhadapan dengan regulasi sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yang justru menyulitkan warga lokal karena ketiadaan fasilitas SD di desa mereka sendiri.

​Meski isu ini telah berulang kali dibawa Wahyu ke meja rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun forum Pemkab Konkep, hingga kini belum ada langkah konkret berupa perencanaan pembangunan fisik.

​Legislator perempuan tersebut mengimbau Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan untuk tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.

Ia mendesak instansi terkait untuk segera melakukan kajian kebutuhan, menyusun perencanaan, dan meloloskan anggaran pembangunan SD Bukit Permai sebagai program prioritas daerah.
​”Pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti pada dokumen angka atau pusat permukiman tertentu.

Jangan biarkan jarak memadamkan semangat belajar anak-anak, sebab dari merekalah calon pemimpin bangsa ini akan lahir,” tuturnya menutup keterangan.(Tim Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *