
BALI KontaraNews — Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menegaskan komitmennya untuk langsung menerapkan hasil Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota FPG DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, sejak 23 hingga 25 Oktober 2026 di Bali.
Acara nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena.
Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan, H. Hermanton, menyampaikan bahwa Bimtek ini menjadi momentum penting bagi para legislator Golkar untuk memahami konteks dan dinamika politik demi mencapai target-target keberhasilan partai ke depan.
”Substansi Bimtek ini menitikberatkan pada pemahaman konteks dan momentum sebagai langkah terukur untuk meraih keberhasilan yang telah ditargetkan,” ujar H. Hermanton di sela-sela kegiatan Bimtek di Bali, Sabtu (24/10/2026).
Konsolidasi Terpadu hingga Tingkat Desa
Sebagai langkah konkrit pasca-Bimtek, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Konkep yang berdomisili di Desa Patande, Kecamatan Wawonii Timur Laut ini menginstruksikan penguatan mesin partai di daerah.
FPG DPRD Konkep bakal menggelar konsolidasi partai secara terpadu, mulai dari tingkat DPD Kabupaten hingga pengurus di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini disinergikan langsung dengan Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) yang telah terbentuk di wilayah Konawe Kepulauan.
Kawal Anggaran APBD & Tepat Sasaran Program Bedah Rumah
Lebih lanjut, politisi senior Partai Golkar Konkep yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRD Konkep ini menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat anggaran daerah yang telah disepakati bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan agar penggunaannya transparan dan sesuai peruntukan.
Salah satu outcome atau target nyata yang diperjuangkan FPG Konkep melalui Bimtek ini adalah memastikan program bantuan sosial, khususnya program bedah rumah, benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
”Kami berkomitmen mengawal setiap rupiah anggaran yang disepakati bersama Pemda agar tepat sasaran.
Target konkrit yang kami dorong di daerah adalah bantuan bedah rumah harus disalurkan dengan selektif dan memenuhi syarat kelayakan penerima manfaat, sehingga dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat,” tegas Hermanton.(GZ)
