KontaraNews – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) terus berupaya mendongkrak peningkatan derajat kesehatan masyarakat Pulau Wawonii. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Tidak tanggung-tanggung, peningkatan pembangunan RSUD Konkep dari tipe “D” ke tipe “C” itu menelan pagu anggaran sebesar Rp143 Miliar yang bersumber dari dana hibah Kementerian Kesehatan RI.
Dari sisi sarana dan prasarana rumah sakit yang ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit Badan Layanan umum Daerah (BLUD) tersebut tidak kalah dengan rumah sakit yang ada di Kota-kota di Pulau Jawa.
Demikian yang disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin yang didampingi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, Anggota DPR RI, Ahmad Safei serta Bupati dan Wakil Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak dan Muhamad Farid saat ground breaking pembangunan peningkatan RSUD Konkep di Langara, Sabtu (3/5).
“Kita sudah selesai ground breaking, diharapkan dari 32 unit bisa selesai akhir tahun ini, sebagiannya di kuartal pertama tahun depan, sesuai Asta Cita Presiden. Pesan dari bapak Presiden adalah memastikan semua masyarakat kita, terutama di daerah terpencil bisa memperoleh akses yang mudah, kualitas yang baik dan harganya terjangkau dari pelayanan Kesehatan,” jelasnya.
Rumah sakit yang akan dibangun ini kata mantan Wakil Menteri BUMN itu, akan difokuskan menjawab lima tantangan kesehatan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia di antaranya, serangan stroke, penyakit jantung, kanker, gangguan ginjal, dan penyebab kematian Ibu dan anak.
“Jadi semua alat-alatnya akan dilengkapi. Nanti pengawasan pembangunannya juga akan saya awasi langsung, nanti juga akan berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati,” terangnya.
Di tempat yang sama, Bupati Konkep Rifqi Saifullah Razak, memaparkan kepada Menteri Kesehatan bahwa saat ini penunjang kesehatan berupa sarana dan prasarana yang dimiliki Konkep yakni satu unit rumah sakit, 9 Unit Puskesmas, 48 Pustu, Polindes dan Poskesdes serta 96 Posyandu.
“Jumlah dokter spesialis sebanyak 9 orang, dokter 23 orang dokter gigi sebanyak satu orang, bidan sebanyak 181 orang, perawat sebanyak 153 orang, ahli gizi sebanyak 24 orang, farmasi 42 orang Kesehatan Masyarakat 82 orang, Kesehatan lingkungan 29 orang, dan tenga Kesehatan lainnya 72 orang,” rincinya.
Saat ini sambungnya, RSUD Konkep masih berstatus tipe “D” dengan tempat tidur 63 unit, dengan jenis pelayanan pelayanan bedah, pelayanan spesialis anak, pelayanan spesialis interna, pelayanan spesialis kebidanan, pelayanan patologi klinik, spesialis neurologi, pelayanan radiologi dan anastesi.
“Insaa Allah dalam kurun lima tahun ke depan, Visi Pembangunan Daerah adalah menuju Wawonii Emas (Ekonomi Maju, Adil dan Sejahtera) berkelanjutan 2030. Salah satu program di bidang Kesehatan adalah peningkatan akses intergrasi layanan primer melalui penempatan satu bidan satu perawat di setiap Desa Kelurahan. Dan peningkatan akses pelayanan Kesehatan rujukan melalui peningkatan rumah sakit dari tipe “D” menjadi tipe “C” badan layanan umum daerah (BLUD),” bebernya.
Mengakhiri sambutannya, Rifqi Saifullah Razak menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas terpilihnya RSUD Konkep sebagai sasaran program hasil cepat asta cita Presiden RI Bapak H. Prabowo Subianto, kami menyadari bahwa kapasitas fiskal daerah kami sangat kecil sehingga tidak memiliki kemampuan membangun rumah sakit yang lebih baik, ketergantungan tehadap dana transfer daerah termasuk dana alokasi khusus sangat besar sekali, oleh karena itu sebagai pimpinan daerah mewakili Masyarakat Konkep sangat berterimakasih,” tandasnya. (Eki)



