Menjaga Kesehatan Masyarakat dan Kelestarian Pulau: RSUD Konkep Tegaskan Komitmen Layanan Berkelanjutan Lewat Pengolahan Air Limbah Berstandar High-Quality

Pariwara20 Dilihat

​KONAWE KEPULAUAN KONTARANEWS — Komitmen terhadap keselamatan pasien, perlindungan tenaga kesehatan, serta kelestarian lingkungan hidup kini semakin ditegaskan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Di tengah dinamika pelayanan kesehatan daerah kepulauan, manajemen RSUD Konkep membuktikan bahwa fasilitas kesehatan publik tidak hanya berfokus pada kesembuhan pasien di dalam ruangan, tetapi juga menjaga lingkungan hidup sekitar tetap bersih dan aman.Jum’at(6/11/2026).

​Sebagai jantung dari sistem sanitasi rumah sakit, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hadir bukan sekadar sebagai pelengkap administratif, melainkan pilar esensial dalam standar keselamatan, mutu pelayanan, serta perizinan rumah sakit.

​Teknologi Pengolahan Terintegrasi dan Terstandarisasi

​Air limbah rumah sakit mengandung berbagai potensi bahaya mulai dari mikroorganisme patogen, sisa bahan kimia, hingga sisa obat-obatan. Tanpa pengolahan yang tepat, risiko yang muncul bukan hanya pencemaran lingkungan, melainkan juga penularan penyakit.
​Seluruh buangan cair dari ruang perawatan, IGD, kamar bersalin, poliklinik, laboratorium, ruang tindakan, hingga fasilitas penunjang seperti dapur/gizi, laundry, dan toilet dialirkan melalui saluran tertutup khusus menuju fasilitas IPAL.
​Koordinator IPAL RSUD Konkep, Wahyudin, A.Md.Kes., menjelaskan bahwa proses pengolahan dilakukan secara bertahap dan terstruktur dengan memanfaatkan teknologi kombinasi biofilter.

​”Kami menerapkan sistem pengolahan biologis terpadu menggunakan biofilter anaerob dan aerob, disertai proses pengendapan (clarifier) serta desinfeksi (klorinasi). Fasilitas IPAL yang dibangun pada tahun 2025 ini memiliki kapasitas sangat baik, kapasitas yang dirancang presisi sesuai jumlah tempat tidur dan beban layanan RSUD Konkep saat ini,” ungkap Wahyudin, A.Md.Kes.

​Tangguh Hadapi Tantangan Wilayah Kepulauan

​Mengelola infrastruktur teknik sanitasi di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan akses suku cadang, ketergantungan distribusi logistik bahan desinfeksi pada moda transportasi laut, hingga terbatasnya fasilitas laboratorium penguji lokal di daerah.

​Meski demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan komitmen tim sanitasi RSUD Konkep dalam menjaga operasional IPAL agar selalu berfungsi optimal setiap hari.

​”Tantangan geografis kepulauan justru memacu kami untuk lebih disiplin dalam perawatan preventif. Pengoperasian IPAL kami awasi ketat dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Pengecekan mesin, blower, pembersihan bak, hingga pemantauan debit, pH, dan sisa klor kami lakukan dan catat secara harian,” tegas Wahyudin.

​Kualitas Air Olahan Teruji dan Transparan

​Untuk memvalidasi bahwa air olahan benar-benar aman sebelum dilepas ke lingkungan, RSUD Konkep secara periodik melakukan uji laboratorium terhadap parameter kritis seperti pH, BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solids), amonia, hingga total coliform.

​Hasil pengujian laboratorium ini dilaporkan secara transparan dan berkala kepada instansi teknis terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jika ditemukan indikasi penurunan mutu, tim sanitasi siap melakukan tindakan korektif secara cepat.

​Dedikasi untuk Masa Depan Wawonii

​Langkah konsisten RSUD Konkep dalam pengelolaan limbah cair ini mencerminkan komitmen manajemen dan seluruh staf bahwa mutu pelayanan kesehatan sejatinya berjalan seiring dengan kelestarian alam Pulau Wawonii.

​Ke depan, RSUD Konkep berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM pengelola limbah melalui berbagai pelatihan berkala serta memperkuat sarana prasarana seiring dengan pengembangan layanan rumah sakit di masa mendatang.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *